Mengenang Kengerian Benfica Di Kancah Eropa
Terlebih pada final 1962, Benfica tampil demikian brutal. Mereka membabat Real Madrid di partai final dengan score 5-3. Walau sebenarnya pada musim itu, Agen Slot Terpercaya Los Blancos diisi oleh beberapa pemain bintang, jenis Ferenc Puskas dan Alfredo Di Stefano.
Puskas bahkan juga sukses cetak trigol pada final itu. "Saya tidak pernah berkeberatan bila musuh cetak gol karena saya selalu yakin bila kami dapat cetak semakin banyak gol," kata Guttmann, diambil dari These Football Times. Ucapannya itu memperlihatkan filosofi permainan serangnya. Benfica sempat ketinggalan 0-2 dan 2-3.
Tidak ada yang menyanggah kegemilangan Benfica pada awal tahun 60-an itu. Bersama Eusebio, Jose Aguas, Jose Augusto, Costa Pereira, Antonio Simoes, Germano, dan Mario Coluna, Guttmann sudah mengganti Benfica yang berisi pemain lokal jadi kemampuan baru di Eropa saat itu. Tetapi kegemilangan itu tercoreng karena si pelatih selanjutnya menyumpah kesebelasan asal Lisbon itu.
Sepulangnya dari Amsterdam, kota final European Cup 1962, Togel Hari Ini Guttmann melangsungkan tatap muka dengan presiden baru Benfica, Antonio Carlos Cabral Fezas Penting. Pada pertemuan tersebut, Guttmann ajukan proposal peningkatan upah pada si presiden kesebelasan.
Tetapi karena keinginan si pelatih dirasakan tidak logis oleh presiden kesebelasan, keinginan Guttmann ditampik mentah-mentah. Guttmann juga berasa tersinggung dengan keputusan Penting itu. Pelatih dari Hungaria itu berasa jika peningkatan upah yang dia meminta sebetulnya tidak berapa bila dibanding dengan prestasi Benfica sepanjang diasuhnya.
Karena permohonannya tidak disikapi oleh management kesebelasan, Guttmann juga lalu pergi tinggalkan Benfica. Tidak cuma pergi dan memundurkan diri sebagai pelatih, Guttmann menyumpah Benfica. "Tidak dalam 100 tahun dari saat ini, Benfica bisa menjadi juara Eropa," demikian bunyi sumpah Bela Guttmann.
Selainnya prestasi dan keyakinan diri yang tinggi, ada argumen lain mengapa Guttmann minta peningkatan upah. Sepanjang jadi pemain dan pelatih, Guttmann dikenali sebagai figur yang "mata duitan".
Sama seperti yang disebut pada awal artikel ini, dia mempunyai jalinan yang jelek dengan tanah lahirnya (Hungaria). Dalam lebih dari 1/2 era di sepakbola professional, dia cuma habiskan lima musim di Hungaria. Dia memang punyai permasalahan dengan lingkungan politik Hungaria, tetapi hal yang lain membuat tidak kerasan ialah keadaan ekonomi.
.jpg)